Oleh: Syafrida Nur Ambarwati
Perpustakaan menurut K.M. Khusnaeni adalah institusi atau lembaga yang menyediakan bahan pustaka dan informasi dalam berbagai bentuk, dengan tujuan membantu masyarakat dalam memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kualitas hidup. (Suseno, 2016) Sementara menurut Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 9 Tahun 2022, kepustakawanan adalah kegiatan ilmiah dan profesional yang meliputi pengelolaan perpustakaan, pelayanan perpustakaan, dan pengembangan sistem kepustakawanan. Berdasarkan pengertian tersebut, perpustakaan dan kepustakawanan berhubungan dengan bahan pustaka, pengelolaan, layanan dan sistem perpustakaan. Ketika seseorang ingin mencoba hal baru dan masih berhubungan dengan perpustakaan dan kepustakawanan, maka dapat diterapkan sebagai bisnis ataupun enterpreneurship. Melihat perkembangan zaman yang semakin maju, skill tambahan juga perlu dikembangkan oleh seorang pustakawan, seperti berwirausaha. (Mahdi, 2021) Artinya, seorang pustakawan dapat menghasilkan sesuatu yang menguntungkan serta bermanfaat bagi masyarakat yang menggunakan perpustakaan. Selain pustakawan, seseorang yang merupakan lulusan Ilmu Perpustakaan pun dapat langsung terjun dalam bisnis yang berhubungan perpustakaan dan kepustakawanan dengan berbekal ilmu yang diperoleh saat menempuh pendidikan.
Seperti apa sih contoh bisnis dalam bidang perpustakaan
dan kepustakawanan? Simak terus bacaan berikut ini.
1.
Jasa Pengolahan Bahan Pustaka
Pengolahan bahan pustaka adalah kegiatan untuk mempersiapkan bahan koleksi perpustakaan yang sudah diperoleh agar dapat digunakan sebagai temu kembali informasi. Pengolahan bahan pustaka meliputi pengklasifikasian, penginputan, pembuatan katalog, labelling, dan shelving sesuai dengan nomor klasifikasi. Jasa ini seringkali dibutuhkan oleh taman baca dan perpustakaan baik perpustakaan sekolah, universitas, dan perpustakaan khusus.
2.
Jasa dan Pelatihan Otomatisasi
Penerapan
teknologi informasi mulai memasuki dunia perpustakaan. Layanan dan pengolahan sudah banyak yang dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Salah satu contoh nyata penerapan produk teknologi informasi di perpustakaan
adalah otomasi
perpustakaan. Melalui otomasi, proses pencarian, temu kembali, dan sirkulasi dapat dilakukan dalam waktu singkat. Cukup dengan mengakses
OPAC (Online Public Access Catalog) sudah dengan mudah menemukan koleksi yang
dibutuhkan. Pengolahan koleksi pun juga lebih mudah dan cepat sehingga dapat
segera dilayankan kepada pemustaka. Untuk menjalankan otomasi perpustakaan
diperlukan sebuah program atau aplikasi seperti SLIMS, INLIS Lite, GDL,
Athenaeum Light, NCL BooMan, IBRA Advance, dan Athenaeum Pro. (Prisma, 2011)
Oleh karena itu jika membuka
bisnis ini dengan pengaplikasian langsung maupun training pasti akan banyak
peminatnya.
3.
Jasa Library Marketing
Setiap perpustakaan pasti ingin jika banyak pengunjungnya
dan terkenal. Melalui library marketing, perpustakaan dapat melakukan promosi
untuk menarik pengunjung. Kadang kala pustakawan tidak sempat untuk melalukan
hal tersebut dikarenakan kesibukan melayani pemustaka. Oleh karena itu jika Kamu
membuka jasa ini, banyak kemungkinan jasa library marketing akan banyak
digunakan.
4. Jasa Penerjemah dan Pengolahanan
Buku Berbahasa Asing
Setiap perpustakaan pasti memunyai
pustakawan, tapi belum tentu setiap pustakawan menguasai berbagai bahasa asing.
Koleksi buku yang dimiliki perpustakaan tidak melulu berbahasa Indonesai saja,
ada banyak bahasa seperti Bahasa Inggris, Arab, Jerman, Jepang, Korea, dll
tergantung koleksi yang dimiliki perpustakaan. Nah, untuk dapat melakukan
pengolahan buku pasti harus bisa membaca dan mengetahui data yang dibutuhkan
dalam pengolahan. Karena tidak semua pustakawan dapat membaca dan mengetahui
arti bahasa asing, dapat menjadi peluang bisnis yang dibutuhkan perpustakaan.
5.
Jasa Penerjemah dan Pengolahan Naskah atau Manuskrip
Penerjemah dan pengolahan naskah banyak dilakukan atas
kerjasama filolog dengan
pustakawan. Jika Kamu lulusan Ilmu
Perpustakaan dan selama perkuliahan diajarkan filologi dan katalogisasi
literatur askara jawa pasti dapat menguasai penerjemahan dan pengolahan naskah tanpa
bantuan fililog. Dengan kemampuan ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang bisnis
untuk membuka jasa penerjemah dan pengolahan naskah.
6.
Jasa Desain Interior Perpustakaan
Untuk mengembangkan perpustakaan
menjadi lebih maju dan modern, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah
desain interior perpustakaan. Desain yang nyaman dipandang mata membuat
pemustaka merasa betah dan nyaman berada di perpustakaan. Dalam hal ini banyak
peluang untuk membuka bisnis jasa desain interior perpustakaan.
7.
Jasa Digitalisasi Buku Cetak
Perpustakaan pasti memiliki banyak
koleksi buku cetak untuk disirkulasikan. Namun belum tentu semua perpustakaan
memiliki koleksi digitalnya. Koleksi digital memberikan kemudahan bagi
pemustaka yang akan membaca dan meminjam. Jika terdapat koleksi cetak yang
sudah habis dipinjam, maka tersedia koleksi digitalnya yaitu e-book yang dapat diakses oleh
semua pemustaka melalui website perpustakaan. Hal ini pun dapat menjadi ide bisnis
yaitu pendigitalisasian buku dan naskah, yang tentunya harus memperhatikan hak
cipta.
Demikian beberapa bisnis di
bidang perpustakaan dan kepustakawanan yang dapat dicoba. Tentunya sebelum
mencoba bisnis ini terlebih dahulu harus menguasai seluk beluk dalam setiap
bisnis yang akan dijalani.
Referensi
Mahdi, R. (2021). Kemampuan Wirausaha Pustakawan di
Era Berkembangnya Teknologi. Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu
Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan, 7 (2), 121–130. https://doi.org/10.14710/lenpust.v7i2.27931
Prisma, D. (2011, Maret
17). Library Software (Aplikasi Perpustakaan). donyprisma.wordpress.com
Suseno, A. (2016,
Agustus). Pengertian dan Fungsi Perpustakaan Menurut Ahli. Dunia
Perpustakaan. https://duniaperpustakaan.com/?s=pengertian+perpustakaan







